Menurut Kantor Berita ABNA, Hani Saeed Hamid salah seorang warga Irak yang mengkhidmatkan dirinya melayani peziarah Imam Husain as pada momen Arbain, dalam wawancaranya dengan reporter ABNA ketika ditanya alasannya melibatkan diri dalam pelayanan ziarah Arbain mengatakan, "Alasan saya adalah ingin turut tercatat dalam barisan Imam Husain as yang membela kebenaran. Imam Husain as beserta kafilahnya keluar dari Mekah menuju Kufah dalam rangka menegakkan kebenaran dan syahid dalam perjuangannya. Hari ini adalah momentum mengenang perjuangan tersebut. Jutaan orang berdatangan untuk menziarahi makam Imam Husain as, dan sebagai bentuk perkhidmatan pada Imam Husain as saya terpanggil memberikan pelayanan kepada para peziarah."
Lebih lanjut, Hamid mengatakan, "Saya adalah penduduk Basra dan lahir pada tahun 1987 dan saya rutin setiap tahunnya menjadi khadim maukib untuk memberikan pelayanan kepada peziarah, baik itu menyediakan makanan maupun dalam penyediaan fasilitas lainnya yang peziarah butuhkan."
"Kebahagiaan kami adalah ketika para peziarah memasuki Haram Imam Husain as dalam keadaan tenang dan tidak merasa kekurangan apapun. Karena itu, rasa lelah tidak kami rasakan sedikitpun, meski dibilang hampir 24 jam kami memberikan pelayanan terus menerus." Tambahnya.
Pemuda Irak itu mengacu pada pelajaran revolusi Imam Husain as, ia berkata, "Revolusi Husaini adalah sebuah madrasah bagi semua manusia yang mendambakan kemerdekaan. Poros revolusi Imam Husain as adalah perubahan untuk membebaskan manusia dari segala penindasan dan perbudakan."
"Gerakan revolusioner Imam Husain as memberikan kita pelajaran mengenai pengorbanan diri dan kesabaran. Rakyat Irak telah membuktikan banyak belajar dari peristiwa Asyura. Apa yang rakyat Irak persembahkan kepada peziarah Arbain telah mencengangkan mereka, terutama dalam kerelaan berkorban dan kesabaran."Tambahnya.
Hamid melanjutkan, “Tugas terpenting umat Islam di era ini adalah persatuan sehingga tidak ada perbedaan antara Sunni, Syiah, Arab dan Persia. Menjadi Husaini bukan hanya berdoa, berpuasa dan berkabung, tetapi berkomitmen untuk memiliki moralitas Imam Husain as sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad saw yang diutus sesuai dengan ayat-ayat Alquran untuk melengkapi kebajikan moralitas."
Menjawab pertanyaan mengenai peran mantan Panglima Brigade Alquds Jenderal Qassem Soleimani semasa hidupnya dalam memastikan keamanan Irak, Hamid berkata, "Syahid Qassem Soleimani dan Syahid Abu Mahdi Al-Mohandes berdiri bersama untuk menghadapi makar yang hendak merusakan keamanan Irak. Terciptanya keamanan di Irak hari ini adalah buah dari perjuangan kedua martir tersebut."
Hari Arbain adalah peringatan 40 hari syahidnya Imam Husain as yang jatuh pada 20 Safar setiap tahunnya. Di Irak peringatan Arbain diwarnai dengan longmarch menuju Karbala. Gelombang besar manusia dalam jumlah jutaan bergerak dengan berjalan kaki menuju Karbala untuk memperingati Arbain di sisi makam Imam Husain as. Peziarah Arbain tidak hanya dari warga lokal Irak, namun juga dari berbagai negara. Sebagai tuan rumah, warga Irak memberikan berbagai pelayanan gratis kepada para peziarah selama momen peringatan Arbain tersebut.